Tuesday, April 12, 2016

Perbedaan Biaya Pesanan (Job Order Costing) dan Biaya Proses (Process Costing)

Perhitungan biaya berdasarkan pesanan adalah suatu sistem akuntansi yang menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan , kontrak atau pesanan pelanggan yang spesifik.

Karakteristik Biaya Pesanan :
  • Sifat produksi yang dilakukan terputus-putus dan tergantung pada pesanan yang diterima 
  • Spesifikasi dan bentuk produk tergantung pada pemesan 
  • Pencatatan biaya produksi masing-masing pesanan dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terperinci untuk masing-masing pesanan 
  • Total biaya produksi untuk setiap pesanan dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terperinci untuk masing-masing pesanan 
  • Biaya perunit dihitung dengan membagi total biaya produksi yaitu bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead dibebankan dengan total unit yang dipesan 
  • Akumulasi biaya pada umunya menggunakan biaya normal 
  • Produk yang sudah selesai dapat disimpan digudang atau langsung diserahkan kepada pemesan.
Perhitungan biaya proses adalah suatu metode dimana bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya atau departemen. Biaya yang dibebankan ke setiap unit produk yang hasilnya ditentukan dengan membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya atau departemen tersebut dengan jumlah unit yang diproduksi pada pusat biaya yang bersangkutan.

Karakteristik Biaya Proses :
  •  Aktivitas produksi bersifat terus menerus
  • Produksi bersifat massal, dengan tujuannya mengisi persediaan yang siap dijual 
  • Produk yang dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya relatif homogen dan berdasarkan standar
  • Biaya dibebankan kesetiap unit dengan membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya dengan total unit yang diproduksi 
  • Pengumpulan biaya dilakukan pada periode waktu tertentu

Perbedaan Sistem Biaya Aktual dan Biaya Standar

Sistem Biaya adalah organisasi dari formulir, catatan dan laporan yang terkoordinasi yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan dan merupakan informasi biaya bagi manajemen. Dalam akuntansi biaya, sistem yang mengalokasikan atau membebankan biaya ke unit produksi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :

1. Sistem Biaya Sesungguhnya (Biaya Aktual)

Suatu sistem dalam pembebanan harga pokok produk atau pesanan atau jasa pada saat biaya tersebut sudah terjadi atau biaya yang benar-benar telah dinikmati. Pelaporan hasil penghitungan biaya aktual dilakukan setelah semua operasi sudah selesai pada periode akuntansi yang bersangkutan. 
2. Sistem biaya ditentukan dimuka (Biaya Standar)

Suatu sistem dalam pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan atau jasa yang dihasilkan sebesar harga pokok yang ditentukan dimuka sebelum suatu produk atau jasa dikerjakan. 
Pada akhir periode akuntansi kedua jenis sistem biaya ini dicatat dan kemudian dibandingkan sehingga menyebabkan adanya varians antara biaya yang sesungguhnya terjadi dengan biaya yang ditentukan dimuka. Varians yang timbul disebut dengan varians lebih (over applied) dan varians kurang (under applied)

Penentuan harga pokok  adalah bagaimana memperhitungkan biaya kepada suatu produk atau pesanan atau jasa, yang dapat dilakukan dengan memasukkan seluruh biaya produksi atau hanya memasukkan unsur biaya produksi variabel saja. Penentuan harga pokok dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

1. Metode Kalkulasi Biaya Penuh (Full Costing

Suatu metode dalam penentuan harga pokok dengan memperhitungkan semua biaya produksi yaitu bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang variabel maupun yang tetap. 
2. Metode Kalkulasi Biaya Variabel (Variable Costing

Dalam metode ini penentuan harga pokok hanya memperhitungkan biaya yang bersifat variabel saja seperti bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel. Dalam metode ini BOP tetap tidak diperhitungkan sebagai biaya produksi, tetapi akan dimasukkan sebagai biaya periode yang akan dibebankan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. 

Monday, April 11, 2016

Kelompok Biaya Dalam Hubungannya dengan Pengambilan Keputusan

Biaya dalam rangka pengambilan keputusan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Biaya Relevan : Biaya masa akan datang yang berbeda dalam alternatif yang berbeda. Biaya relevan
    terdiri dari :
  • Biaya Differensial : selisih biaya atau biaya yang berbeda dalam beberapa alternatif pilihan. Biaya differensial disebut juga biaya marginal atau biaya incremental. Contoh perusahaan memilih membeli bahan baku antara aluminium atau besi. Jika menggunakan aluminium biaya yang dikeluarkan Rp. 200.000,- sedangkan jika menggunakan besi, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 300.000,-. Dari keterangan tersebut terlihat bahwa ada dua alternatif yang berbeda dengan dua biaya yang berbeda, perbedaan tersebut sebesar Rp. 100.000,-
  • Biaya Kesempatan (Opportunity Cost) : biaya yang dikorbankan dalam memilih suatu alternatif. Contoh perusahaan memiliki dua pilihan, apakah gedung yang dimiliki akan disewakan atau dijual. Jika disewakan akan mendapatkan pendapatan Rp. 150 juta dan jika dijual akan mendapatkan keuntungan Rp. 200 juta. Jika memilih alternatif pertama maka perusahaan akan kehilangan potensi memperoleh pendapatan lebih besar Rp. 50 juta dibanding jika disewakan. 
  •  Biaya Tersamar : Biaya yang tidak kelihatan dalam catatan akuntansi tetapi mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Contoh Biaya bunga.
  • Biaya Nyata : Biaya yang benar-benar dikeluarkan akibat memilih suatu alternatif. Contoh. biaya yang dikeluarkan akibat memilih jika menerima pesanan dari luar. 
  • Biaya yang dapat dilacak : Biaya yang dapat dilacak kepada produk selesai. Contoh biaya bahan baku langsung 
2. Biaya Tidak Relevan : Biaya yang dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi keputusan apa pun. terdiri
   dari :
  • Biaya masa lalu (biaya historis) : biaya yang sudah dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi keputusan apapun. Contoh pembelian peralatan 
  • Biaya Terbenam : Biaya yang tidak dapat kembali. Contoh Penyusutan 


 

Kelompok Biaya Berdasarkan Departemen dan Periode

Biaya dalam hubungannya dengan Departemen produksi dibagi menjadi :

1. Biaya Langsung Departemen : Biaya yang dapat ditelusuri secara langsung ke departemen yang 
    bersangkutan. Contoh. Biaya bahan baku merupakan biaya langsung departemen produksi 

2. Biaya Tidak Langsung Departemen : Biaya yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke 
    departemen yang bersangkutan. Contoh Biaya penyusutan merupakan biaya yang dinikmati secara 
    bersama oleh beberapa departemen oleh karena itu biaya tersebut merupakan biaya tidak langsung 
   departemen 

Biaya dalam hubungan dengan periode waktu sebagai berikut :

1. Biaya Pengeluaran Modal (Capital Expenditure) : Biaya yang dikeluarkan untuk memberikan 
   manfaat di masa depan dan dalam jangka waktu yang panjang, dicatat sebagai aktiva. Contoh pembelian 
  mesin atau perlatan 

2. Biaya Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure) : Biaya yang memberikan manfaat untuk 
    periode sekarang dan dilaporkan sebgai beban Contoh mesin atau peralatan yang dibeli akan 
   menimbulkan penyusutan. Penyusutan ini merupakan beban untuk periode yang bersangkutan

Kelompok Biaya Menurut Volume Produksi

Biaya dalam hubungannya dengan volume biaya atau perilaku biaya dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Biaya Variabel : Biaya yang berubah sebanding dengan perubahan volume produksi dalam rentang
    relevan, tetapi secara perunit tetap. Biaya yang secara total berubah-ubah tergantung volume produksi,
   akan tetapi jika dihitung perunit relatif tetap. Contoh : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung

2. Biaya Tetap : Biaya yang secara totalitas bersifat tetap dalam rentang relevan tertentu, tetapi secara per
    unit berubah. Contoh : Amortisasi, penyusutan, gaji eksekutif produksi.

3. Biaya Semi : Biaya yang didalamnya mengandung unsur tetap dan mengandung unsur variabel. Biaya
   semi ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
  •   Biaya Semi Variabel : biaya yang didalamnya mengandung unsur tetap dan memperlihatkan   karakter tetap dan variabel. Contoh biaya listrik, pajak penghasilan
  •  Biaya Semi Tetap : Biaya yang berubah berdasarkan volume secara bertahap. Contoh. Gaji Supervisor

Kelompok Biaya Non Produksi

Biaya non produksi adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proses produksi. Biaya non produksi disebut juga dengan biaya komersial atau biaya operasi. Biaya komersial atau biaya operasi ini juga digolongkan sebagai biaya periode yaitu biaya yang dapat dihubungkan dengan interval waktu. Biaya ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Beban Pemasaran : atau disebut juga biaya penjualan adalah biaya yang dikeluarkan apabila produk 
   selesai dan siap dipasarkan ketangan konsumen. Contoh : biaya pengiriman barang, komisi penjualan, dan
   sampel barang gratis.

2. Beban Administrasi : Biaya yang dikeluarkan dalam hubungan dengan kegiatan pengambilan keputusan,
    pengarahan dan pengawasan kegiatan perusahaan secara menyeluruh sehingga dapat berjalan dengan
    efektif dan efisien. Contoh gaji direksi, sewa kantor, penyusutan gedung kantor

3. Beban Keuangan : Biaya yang muncul dalam melaksanakan fungsi-fungsi keuangan. Contoh biaya bunga

Saturday, April 9, 2016

Jenis-Jenis Biaya Produksi

Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi yang tepat dan efektif bagi manajemen. Oleh karena itu biaya perlu dikelompokkan sesuai dengan tujuan apa informasi biaya tersebut digunakan, sehingga dalam pengelompokkan biaya dapat digunakan suatu konsep "Different Cost Different Purpose" artinya berbeda biaya berbeda tujuan.

Biaya Produksi  adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

  1. Biaya Bahan Baku Langsung : adalah bahan baku yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari produk selesai dan dapat ditelusuri langsung kepada produk selesai. Contoh : Kayu dalam pembuatan mebel, kain dalam pembuatan pakaian 
  2.  Tenaga Kerja Langsung : adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam proses produksi. Contoh : upah koki dalam pembuatan kue, tukang jahit, bordir dan pembuat pola jika produksi pakaian 
  3.  Biaya Overhead Pabrik : adalah biaya selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung tetapi membantu dalam mengubah bahan menjadi produk selesai. Biaya overhead dapat dikelompokkan sebagai berikut :
  • Bahan tidak langsung (bahan penolong) : adalah bahan yang digunakan dalam penyelesaian produk tetapi pemakaiannya relatif lebih kecil dan biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk selesai. Contoh : aksesoris pakaian dalam produksi baju, vanili garam dalam pembuatan kue
  • Tenaga Kerja Tidak Langsung : adalah tenaga yang membantu dalam pengolahan produk selesai, tetapi tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk selesai. Contoh : gaji satpam pabrik, akuntan pabrik, mandor pabrik.
  • Biaya tidak langsung lainnya : adalah biaya selain bahan tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang membantu dalam pengolahan produk selesai, tetapi tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk selesai. Contoh : pajak bumi dan bangunan pabrik, penyusutan mesin dan bangunan pabrik, sewa pabrik 
Dua dari tiga unsur biaya dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Biaya utama (Prime cost)  : Gabungan antara biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja
    langsung

2. Biaya Konversi  (Convertion Cost) : Biaya yang digunakan untuk merubah bahan baku langsung
    menjadi produk selesai . Biaya ini merupakan gabungan antara biaya tenaga kerja langsung dan biaya
    overhead pabrik.
      


    

Analisa Laporan Keuangan PT Pan Brothers Tbk - Sejarah

Sejarah PT Pan Brothers TBK PT. Pan Brothers Tbk (PBRX) adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dengan produksi utamanya ber...