Showing posts with label Analisa Laporan Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Analisa Laporan Keuangan. Show all posts

Saturday, September 1, 2018

Analisa Laporan Keuangan PT Pan Brothers Tbk - Sejarah



Sejarah PT Pan Brothers TBK

PT. Pan Brothers Tbk (PBRX) adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dengan produksi utamanya berupa pakaian. Produk utama buatan perusahaan ini adalah pakaian rajutan, pakaian tenun, dan jaket tenun. Dengan alasan memenuhi permintaan pasaran yang semakin besar membuat anak cabangnya dibeberapa daerah seperti Tangerang, Sukabumi, Boyolali, dan Sragen. Produk buatan perusahaan ini tidak hanya melayani konsumen dari pasaran dalam negeri saja, namun produk buatannya telah menembus pasar Internasional dengan mengekspor ke beberapa negara di Luar Negeri seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, dan beberapa negara Lainnya. PT. Pan Brothers. Tbk merupakan perusahaan garment yang dulunya berorientasi pada pasar dalam negeri dan luar negeri. Tapi sekarang PT. Pan Brothers Tbk sudah berubah menjadi berorientasi 100% ekspor. Kini PT Pan Brothers Tbk merupakan pemasok untuk Calvin klein, New York & Co, Nautica, Liz Claiborne, Perry Ellis, Marks and Spencer, Aborcombie & Fitch, Lana Bryant, Nike, Adidas, reebok, The North Face, Champion, Bonfire, Salomon, Sprayway, Hugo Boss, Victoria Secrect, Wilson Sporting Goods, dan Lain-lain. Pangsa PT. Pan Brothers Tbk kini tersebar dari Mulai Amerika Serikat, Eropa Barat dan Timur, Kanada, Jepang, Australia, dan di berbagai negara di dunia. 

PT Pan Brothers Tbk didirikan pada tanggal 21 Agustus 1980 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 14 September 1989. Kantor pusat dan pabrik Pan Brother Tbk (PBRX) berlokasi di Jl. Siliwangi No. 178 Alam Jaya, Jatiuwung Tangerang. Perkembangan perusahaan ini semakin bagus sehingga perusahaan ini berani untuk membuat penawaran sahamnya untuk pertama kalinya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 1990, PBRX memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PBRX (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.800.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.000,00 per saham dengan harga penawaran Rp8.700,00 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Agustus 1990. Sejak tercatat di BEI pada tanggal 16 Agustus 1990, perusahaan ini mengubah statusnya menjadi perusahaan terbuka. 

Pada Tahun 2011, PT. Pan Brothers Tbk membuka anak perusahaan yang berlabel PT Hollit International. Dengan terjalinnya kerjasama ini, diharapkan terbentuknya sebuah sinergi yang kuat sebagai sebuah kelompok perusahaan tekstil di Asia. Pada awal Tahun 2011, PT Pan Brothers Tbk telah berhasil membuka kantor cabangnya hingga ke Singapura, Hongkong, dan Taiwan. Di kantor cabang tersebut hanya melayani jual beli barang. Hingga saat ini, PT Pan Brothers Tbk telah mempekerjakan lebih dari 21.500 Orang karyawan. Dengan pencapaian bisnis yang diraihnya sampai sekarang ini telah mengantarkan PT. Pan Brothers Tbk menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. 

Kini telah mempunyai Cabang di DK Dawangan, Purwosuman, Sragen, Jawa Tengah, dan DK Butuh RT/RW 001/002 Butuh, Boyolali, Jawa Tengah.

Saturday, April 2, 2016

Analisa Laporan Keuangan

Pengertian Analisa Laporan Keuangan

Jumingan (2011:42) menjelaskan bahwa analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan atau tren untuk mengetahui keadaan keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahaan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya. Kegiatan analisis ini juga dilakukan dengan tujuan dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan sehingga informasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam pengambilan keputusan.

Tujuan Analisa Laporan Keuangan

Harahap (2013:195) menjelaskan bahwa ada 10 tujuan dari analisis laporan keuangan, antara lain :

1.    Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan
       keuangan biasa.
2.    Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan
       keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan (implicit).
3.    Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4.    Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu
       laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya
       dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.
5.    Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori yang
       terdapat di lapangan seperti untuk prediksi atau (rating).
6.    Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan kata lain
       apa yang dimaksud dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan
       juga.
7.    Dapat menentukan peringkat perusahaan menurut kriteria yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
8.    Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain umumnya atau dengan
       standar industri normal atau standar ideal.
9.    Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan,
       hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
10.  Bisa juga memprediksikan potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan
       datang.

Dari poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat dari analisis laporan keuangan adalah dapat mengetahui adanya kekuatan atau kelemahan keuangan perusahaan dari tahun-tahun sebelumnya, dengan cara membandingkan angka rasio laporan keuangan dengan standar yang ditetapkan. Melalui cara tersebut pihak manajemen dapat menilai apakah kinerja perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan pada tahun tersebut, sehingga pihak manajemen dapat mengambil tindakan untuk menanggapi kenaikan dan penurunan tersebut.

Keterbatasan Analisa Rasio Keuangan

Harahap (2013:298) mengungkapkan bahwa analisis rasio keuangan memiliki beberapa keterbatasan, yaitu :
1.    Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya.
2.    Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik
       seperti berikut ini :
a.    Bahan pelindung rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran dan judgement
       yang dapat dinilai bias atau subjective.
b.    Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan
       harga pasar.
c.    Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.
d.    Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh
       perusahaan yang berbeda
3.    Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron.
4.    Dua Perusahaan yang dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang dipakai tidak
       sama. Oleh karenanya jika dilakukan perbandingan bisa menimbulkan kesalahan.


Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

Salah satu sumber informasi yang penting bagi para pengguna adalah laporan keuangan dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi adalah melalui laporan keuangan. Laporan keuangan menyajikan banyak informasi mengenai kinerja manajemen dan kesehatan perusahaan. Namun tidak dapat dipungkiri laporan keuangan masih memiliki banyak kekurangan dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh beberapa pihak, oleh karena itu dibutuhkanlah analisis atas laporan keuangan yang digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan laporan tersebut sehingga dapat memberikan informasi yang berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perkembangan perusahaan.
Muhammad Nuh dan Suhajar Wiyoto (2011:7) mengatakan bahwa laporan keuangan adalah laporan yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang terdiri dari laporan perhitungan laba rugi (income statement), laporan perubahan ekuitas (capital statement) dan neraca (balance sheet) serta laporan tambahan seperti arus kas (cash flow).

Sedangkan menurut Mulyo Agung dan Bambang Hermanto (2012:2) mengatakan bahwa laporan keuangan berisikan informasi tentang prestasi perusahaan dimasa lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk menetapkan kebijakan di masa yang akan datang.
Maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan di perusahaan yang utama terdiri atas neraca, laporan laba rugi, sedangkan yang lainnya merupakan laporan pelengkap untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.


Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan dibuat karena memiliki tujuan-tujuan tertentu. Menurut Bambang Hermanto dan Mulyo Agung (2012:96) berikut adalah tujuan penyusunan laporan keuangan, yaitu :
1.    Memberikan informasi tentang jenis dan juga aset (harta) yang dimiliki oleh perusahaan pada
       saat ini.
2.    Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan
       saat ini.
3.    Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode
       tertentu.
4.    Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan pada
       periode tertentu.
5.    Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada aset, pasiva, dan modal
       perusahaan.
6.    Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
7.    Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
8.    Informasi keuangan lainnya.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Adalah laporan sistematis tentang aset, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

1.    Aset
Menurut Jumingan (2014:13), aset adalah bentuk dari penambahan modal perusahaan, bentuknya berupa harta kekayaan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. Harta kekayaan tersebut harus dinyakatan dengan jelas, diukur dalam satuan uang. Aset dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

a.    Aset Lancar (Current Asset)
Harta yang dimilik perusahaan yang dapat ditukarkan menjadi uang dalam waktu tidak lebih dari satu tahun. Menurut Munawir (2011:14) aset lancar adalah uang kas dan aset lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal). Berikut ini terdapat lima unsur pokok dalam aset lancar, yaitu :

1)    Kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan, simpanan perusahaan di bank yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan cek atau bilyet) setiap saat diperlukan oleh perusahaan.

2)    Investasi jangka pendek (surat berharga) yang sifatnya sementara (jangka pendek) dengan maksud memanfaatkan uang kas untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.


3)    Piutang penghasilan (tagihan) atau penghasilan yang harus diterima adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada perusahaan. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen yang akan dibayar dalam suatu tanggal tertentu yang disebut termin kredit.
4)    Persediaan adalah semua barang-barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih ada di gudang atau masih belum laku terjual.

5)    Persekot atau biaya dibayar dimuka adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa dari pihak lain.


b.    Aset Tidak Lancar (Non Current Asset)
Adalah aset yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunya umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan), dan berikut ini terdapat lima unsur pokok dari aset tidak lancar, yaitu :

1)    Investasi jangka panjang, bagi perusahaan yang cukup besar dalam arti mempunyai kekayaan atau modal yang cukup atau bahkan melebihi yang dibutuhkan maka perusahaan ini dapat menanmkan modalnya dalam investasi jangka panjang diluar usaha pokoknya, seperti obligasi dari perusahaan lain.

2)    Aset tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisiknya nampak, seperti tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dan lain-lain.

3)    Aset tetap tidak berwujud (Intangible Fixed Assets)  adalah kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak tampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan, seperti hak cipta, merk dagang, goodwill.

4)    Beban yang ditangguhkan adalah menunjukkan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang (lebih dari setahun), atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan pada periode-periode berikutnya, seperti biaya penelitian.

5)    Aset lain-lain adalah aset perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikasi-klasifikasi sebelumnya, seperti gedung dalam proses, tanah dalam penyelesaian.

2.    Hutang
Menurut Jumingan (2014:24), hutang menunjukkan sumber modal yang berasal dari kreditur. Dalam jangka waktu tertentu pihak perusahaan wajib membayar kembali atau memenuhi tagihan yang berasal dari kreditur tersebut. Hutang atau kewajiban dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

a.    Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan, meliputi hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, biaya yang masih harus dibayar, penghasilan yang diterima dimuka.

b.    Hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca), yang meliputi hutang obligasi, hutang bank.

3.    Modal
Menurut Bambang Wahyudiono (2014:26), modal adalah merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal, laba ditahan, atau kelebihan nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.

Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Menurut Bambang Wahyudiono (2014:31), laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan, biaya dan laba perusahaan dalam periode tertentu. Komponen laporan laba rugi diantaranya adalag sebagai berikut, yaitu :

1.    Penjualan (Sales)
Penjualan merupakan pendapatan yang timbul dari pelakasanaan aktivitas normal perusahaan.

2.    Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold)
Harga pokok penjualan merupakan harga pokok dari barang yang dijual untuk menghasilkan penjualan, dimana harga pokok ini merupakan komponen terbesar dari seluruh biaya yang dilaporkan di laporan laba rugi.

3.    Biaya Operasional (Operating Expenses)
Biaya usaha yang timbul sehubungan dengan penjualan barang dan jasa dan penyelenggaraan fungsi administrasi dan umum dari perusahaan yang bersangkutan.

Analisa Laporan Keuangan PT Pan Brothers Tbk - Sejarah

Sejarah PT Pan Brothers TBK PT. Pan Brothers Tbk (PBRX) adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dengan produksi utamanya ber...