Showing posts with label Sistem Informasi Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Informasi Akuntansi. Show all posts

Monday, March 28, 2016

Pengertian, Tujuan dan Jenis Asuransi

Pengertian Asuransi

Di Indonesia selain istilah asuransi digunakan juga istilah petanggungan, pemakaian kedua istilah tersebut tampaknya mengikuti istilah dalam bahasa Belanda yaitu assurantie (asuransi) dan verzekering (petanggungan), karena memang asuransi berasal dai negeri Belanda.

Di Inggris digunakan istilah insurance dan assurance yang mempunyai pengertian sama. Istilah insurance digunakan untuk asuransi kerugian, sedangkan assurance digunakan untuk asuransi jiwa.

Menurut Abbas Salim (2007:1) mendefinisikan asuransi adalah sebagai berikut:
“Asuransi ialah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti/substitusi kerugian-kerugian besar yang belum terjadi.”

Sedangkan menurut Herman Darmawi (2004:2) pengertian asuransi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu:
1.    “Dalam pandangan ekonomi
2.    Dalam pandangan hukum
3.    Dalam pandangan bisnis
4.    Dari sudut pandangan sosial
5.    Dari sudut pandang matematika.”

Pengertian asuransi dalam berbagai sudut pandang diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.    Dalam pandangan ekonomi, asuransi merupakan suatu metode untuk mengurangi risiko dengan jalan memindahkan dan mengkombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan (financial). Jadi berdasarkan konsep ekonomi, asuransi berkaitan dengan pemindahan dan mengkombinasikan risiko.
2.    Dalam pandangan hukum, asuransi merupakan suatu kontrak (perjanjian) pertanggungan risiko antara tertanggung dengan penanggung. Penanggung berjanji akan membayar kerugian yang disebabkan risiko yang dipertanggungkan kepada tertanggung. Sedangkan tertanggung membayar premi secara periodik kepada penanggung. Jadi, tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang mungkin terjadi dengan pembayaran tertentu yang relatif kecil.
3.    Dalam pandangan bisnis, asuransi adalah sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima/menjual jasa , pemindahan risiko dari pihak lain, dan memperoleh keuntungan dengan berbagi risiko (sharing of risk) di antara sejumlah besar nasabahnya. Selain itu, asuransi juga merupakan lembaga keuangan bukan bank yang kegiatannya menghimpun dana (berupa premi) dari masyarakat yang kemudian menginvestasikan dana itu dalam berbagai kegiatan ekonomi (perusahaan).
4.    Dari sudut pandangan sosial, asuransi didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan risiko dan mengumpulkan dana dari anggota-anggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masing-masing anggota tersebut.
5.    Dari sudut pandang matematika, asuransi merupakan aplikasi matematika dalam memperhitungkan biaya dan faedah pertanggungan risiko. Hukum probabilitas dan teknik statistik dipergunakan untuk mencapai hasil yang dapat diramalkan.
Dari pengertian asuransi diatas dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah suatu alat untuk mengumpulkan risiko yang melekat pada perekonomian dengan cara menggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama dalam jumlah yang cukup besar agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proporsional oleh semua pihak dalam gabungan ini.

Arti Penting Asuransi

Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan industri yang semakin kompleks dan berisiko tinggi, maka tidak dapat disangkal lagi kalau asuransi memiliki manfaat bagi masyarakat secara umum, juga memiliki manfat bagi dunia usaha dan khusus. Disebutkan oleh Radiks Purba (2002:6) sebagai berikut:
1.    “Mendorong masyarakat untuk lebih berpikir ke masa datang.
2.    Dana yang terkumpul pada industri asuransi dapat digunakan untuk investasi yang digunakan
       dalam pembangunan.
3.    Mendorong masyarakat untuk tidak tergantung pada pihak lain karena telah memiliki polis
       asuransi.
4.    Ahli dari perusahaan asuransi dapat memberikan saran-saran untuk pengelolaan risiko dan
       mengurangi kemungkinan kerugian yang timbul.
5.    Setiap perusahaan yang mengikuti program asuransi hanya perlu menyisihkan sebagian kecil
       dananya untuk pembiayaan premi tanpa perlu membentuk cadangan dana untuk mengantisipasi
       kerugian yang timbul.”

Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa tanpa disadari manusia sudah melakukan efisiensi karena asuransi itu sesungguhnya memaksa orang untuk memikirkan skala prioritas yang dapat menyebabkannya melakukan dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar kewajiban berupa premi asuransi serta asuransi mempunyai peranan penting dalam mendorong masyarakat untuk lebih berpikir ke masa depan, dan dalam pengembangan pembangunan.

Jenis-jenis Asuransi

Bidang usaha asuransi biasanya dibagi 2(dua) bagian, yaitu asuransi atas orang dan asuransi atas harta. Menurut Herman Darmawi (2004:26-27) pengertian kedua jenis asuransi tersebut adalah sebagi berikut:
1.    “Asuransi atas orang (personal insurance), yaitu asuransi yang objeknya orang atau penutupan asuransi atas individu-individu, dengan kata lain adalah asuransi yang berkaitan dengan individu. Adapun risiko yang ditanggung (peril) dalam asuransi atas orang adalah:
•    Kematian
•    Kecelakaan dan sakit
•    Pengangguran, dan
•    Karena umur tua

2.    Asuransi atas harta (property insurance), yaitu asuransi yang ditujukan terhadap peril-peril yang mungkin menghancurkan properti atau harta kekayaan. Asuransi ini di Indonesia digolongkan sebagai asuransi kerugian.”

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa jenis asuransi terdiri dari asuransi atas orang dan asuransi atas harta. Asuransi atas orang adalah asuransi yang objeknya orang sedangkan asuransi atas harta adalah asuransi yang ditujukan terhadap peril-peril yang mungkin menghancurkan harta kekayaan.

Tujuan Asuransi

Ganti rugi yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung bila tertanggung menderita kerugian yang dijaminkan oleh polis, bertujuan untuk mengembalikan tertanggung kepada posisinya semula atau untuk menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan sehingga ia masih mampu berdiri, seperti sebelum menderita kerugian.

Menurut Radiks Purba (2002:55) menjelaskan tujuan asuransi adalah sebagai berikut:
“Ganti rugi yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung bila tertanggung menderita kerugian yang dijamin oleh polis, bertujuan untuk mengembalikan tertanggung pada posisinya semula, atau untuk menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan sehingga ia masih mampu berdiri seperti sebelum menderita kerugian.”

Sedangan tujuan asuransi menurut Abbas Salim (2007:29) adalah sebagai berikut:
a.    “Untuk memberikan jaminan perlindungan dari risiko yang diderita suatu pihak.
b.    Untuk meningkatkan efisiensi, karena kita tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu, dan biaya.
c.    Untuk membantu mengadakan pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya untuk premi saja yang jumlahnya sudah tertentu secara tetap perperiode.
d.    Untuk dasar pemberian kredit, terutama dalam sistem perkreditan yang dilakukan oleh bank. Bank memerlukan jaminan atau agunan yang diberikan oleh peminjam uang.
e.    Sebagai tabungan, bahkan lebih daripada itu karena yang dibayar kepada asuransi akan diterima kembali.
f.    Untuk memupuk earning power seseorang, badan usaha yang akan digunakan pada waktu terjadi keadaan dimana ia tidak dapat berfungsi.
g.    Untuk modal investasi, bagi pihak lain melalui penggunaan dana yang dikapitalisasi oleh asuransi.”

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan asuransi adalah untuk memberikan jaminan perlindungan risiko yang diderita suatu pihak, untuk meningkatkan efisiensi, untuk membantu mengadakan pemerataan biaya, untuk dasar pemberian kredit, sebagai tabungan, untuk memupuk earning power suatu perusahaan, dan untuk modal investasi.




Pengertian Pencatatan dan Jurnal

Pengertian pencatatan

Pencatatan sangat perlu dilakukan pada setiap yang akan dan telah di lakukan untuk merekam dalam bentuk tulisan secara rinian rencana kegiatan yang akan dilakukan dan merekam hasil kegiatan yang telah dilakukan ,

    Menurut Henry Simamora (2000:4) mengemukakan bahwa yaitu :
“ Pencatatan adalah pembuatan suatu catatat pembukuan , kronologis kejadian yang terjadi , terukur melalui suatu cara yang sistematis dan teratur “

Menurut Mulyadi (2008:196) mengemukakan bahwa :
“ pencatatan adalah suatu urutan ketiga klerikal biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.”

Dalam beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pencatatn adalah suatu kegiatan penghimpunan data dengan cara mencatata yang mampu menberikan satu kesatuan informasi .

Pengertian Jurnal. 

Definisi jurnal menurut Abdul Hakim ( 2005:56 ) dalam bukunya yang berjudul akuntansi sector public akuntansi keuangan daerah menjelaskan bahwa :

“ penjurnalan adalah prosedur pencatatan transaksi keuangan pada buku jurnal “

Sedangkan menurut indra bastian (2007: 84) dalam bukunya yang berjudul system akuntansi sector public menerangkan bahwa :
“ jurnal merupakan suatu media atau metode yang digunakan untuk mencatat trnsaksi keuangan.

Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa jurnal adalah buku yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan

Sunday, March 27, 2016

Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi 

Dalam setiap kegiatannya, perusahaan memerlukan prosedur sistem informasi yang baik agar dapat mengurangi kecurangan yang mungkin saja terjadi, dan tentu untuk mengurangi kesalahan pencatatan, sistem tersebut lebih baik dirancang secara terkomputerisasi.

Menurut Mulyadi dalam bukunya ”Sistem Informasi Akuntansi” (2009 : 2) mendefinisikan :

“Susunan berbagai formulir catatan, peralatan termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya, dan laporan yang terkordinasi secara erat yang didesain untuk mentranformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen”.

Sistem informasi berbasis komputer menurut Bodnar da Hopwood dalam bukunya ”Sistem Informasi Akuntansi” (2003:67) mendefinisikan:

“Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kumpulan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya,  sedangkan sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem berbasis yang dirancang untuk mengubah suatu data akuntansi menjadi sebuah informasi”.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Mulyadi dalam bukunya ”Sistem Informasi Akuntansi” Tujuan Sistem Informasi Akuntansi adalah :
a.    Memberikan informasi untuk penunjang pengambilan keputusan managemen.
b.    Menyediakan informasi untuk mendukung operasional harian.
c.    Menyediakan informasi yang menyangkut pengelolaan kekayaan perusahaan.

Elemen-Elemen Sistem Informasi Akuntansi

a.    Data Input (transaksi), yaitu dari dokumen sumber atau langsung diketik melelui keyboard
       (komputerisasi).
b.    Prosedur (model)/proses, yaitu yang akan memanipulasi data transaksi dan data yang tersimpan
       di basis data (database) dengan cara-cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.    Informasi/Output, yaitu keluaran yang dihasilkan merupakan informasi berkualitas dan dokumen
      yang berguna.

Simbol-Simbol Standard dengan Maknanya











Saturday, March 26, 2016

Pengertian Prosedur

Pengertian Prosedur

Prosedur merupakan salah satu bagian penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, terutama dalam rangka mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Prosedur merupakan alur kerja. Jika prosedur dilaksanakan dengan baik di suatu organisasi atau perusahaan, maka prosedur dapat mensukseskan organisasi atau perusahaan yang menjalankan prosedur tersebut.

Pengertian prosedur menurut Kamus Besar Bahasa indonesia (2009:229) “prosedur adalah tata-cara atau urutan kegiatan yang harus dilalui”. Dengan kata lain prosedur merupakan sistem langkah-langkah atau teknik-teknik yang berurutan dalam suatu sistem mekanisme kerja  dan memberikan tuntunan kepada karyawan sebagai gambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan di selesaikan.

Menurut Joko Sutrisno dan Zein Ahmad (2007:11) dalam bukunya yang berjudul “Office Administration Practice” yang dimaksud dengan prosedur adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian suatu bidang tugas.

Dikutip dari website online Kamus Besar Bahasa Indonesia www.kbbi.web yang diunduh pada tanggal 19 Juni 2011 pada jam 20.56 WIB, menyatakan bahwa definisi prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktifitas atau metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.

Prinsip dasar prosedur

1.    Prosedur harus dipertimbangkan dengan baik karena merupakan hal yang utama.
2.    Aplikasi prosedur harus dinamis.
3.    Prosedur harus dijelaskan peranannya dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.
4.    Tanggung jawab penggunaan prosedur dipikul oleh pelaksana dan pengawas.
5.    Kebijakan, ruang lingkup, objek dan tanggung jawab untuk prosedur harus ditulis dan terbuka.
6.    Prosedur dikembangkan melalui penyederhanaan, modernisasi, standarisasi, yang terus menerus
       dan berulang agar didapatkan hasil yang memuaskan.

Manfaat prosedur

1.    Memberikan keseragaman dalam melakukan tindakan.
2.    Menyajikan pandangan yang menyeluruh pada situasi dan persoalan yang dihadapi dengan
       realita.
3.    Dapat menyederhanakan pelaksanaan dalam mengambil keputusan.
4.    Dapat mengurangi kesalahan yang timbul pada pelaksanaan kerja.
5.    Tugas dapat dilaksanakan dengan cermat.
6.    Keputusan yang salah dan terburu-buru dapat dikurangi.
7.    Membantu usaha-usaha latihan karyawan dengan diterapkannya syarat-syarat kerja,
      ditentukannya hubungan kerja, dan diuraikannya secara lengkap aliran kerja.

Analisa Laporan Keuangan PT Pan Brothers Tbk - Sejarah

Sejarah PT Pan Brothers TBK PT. Pan Brothers Tbk (PBRX) adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dengan produksi utamanya ber...